News Lalabata – Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan peristiwa tragis ketika seorang anak kandung nekat membakar rumah orang tuanya sendiri. Kejadian ini berlangsung pada Selasa (30/9/2025) malam di salah satu desa di Kecamatan Barebbo dan langsung menyedot perhatian publik.

Rumah yang menjadi tempat tinggal pasangan lansia tersebut ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga : Jaringan Pemuda Pemerhati Masyarakat Luwu Soroti Program BGN di Luwu yang Mandek 6 Bulan
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, pelaku yang merupakan anak kandung pemilik rumah sempat terlibat cekcok dengan orang tuanya sebelum peristiwa terjadi. Usai pertengkaran, pelaku diduga dengan sengaja menyiramkan bahan bakar ke bagian rumah lalu menyalakan api.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari kayu. Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum pemadam kebakaran datang ke lokasi.
“Api cepat sekali merembet, kami semua panik. Untung orang tua pelaku sempat keluar rumah sehingga selamat,” ujar salah satu warga setempat.
Polisi Turun Tangan
Polsek Barebbo bersama Tim Inafis Polres Bone langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Pelaku yang berusia sekitar 30 tahun berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.
Kapolsek Barebbo membenarkan adanya kasus tersebut dan menyatakan bahwa pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. “Kami masih mendalami motif sebenarnya, sementara dugaan awal pelaku marah setelah terjadi perselisihan dengan orang tuanya,” jelas Kapolsek.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa jeriken berisi sisa bahan bakar serta korek api yang digunakan pelaku.
Respons Warga dan Pemerintah Setempat
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat menyayangkan tindakan nekat pelaku yang justru merugikan orang tua sendiri. Mereka berharap proses hukum berjalan tegas agar menjadi pelajaran bagi masyarakat lain.
Pemerintah desa setempat juga memberikan dukungan moral kepada korban yang kini kehilangan tempat tinggal. Bantuan sementara berupa sandang dan pangan segera disalurkan. “Kami akan mengupayakan bantuan rumah darurat agar orang tua pelaku bisa segera menempati tempat yang layak,” ujar Kepala Desa.
Potensi Latar Belakang Psikologis
Meski belum ada keterangan resmi terkait kondisi pelaku, sejumlah warga menduga bahwa faktor emosi dan tekanan psikologis berperan besar dalam aksi nekat ini. Pihak kepolisian pun membuka kemungkinan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan guna memastikan kondisi mental pelaku.
Kesimpulan
Kasus anak kandung yang tega membakar rumah orang tuanya di Kabupaten Bone menjadi peristiwa memilukan yang mencoreng nilai kekeluargaan. Proses hukum kini berjalan, sementara pihak keluarga korban mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian masalah keluarga secara bijak agar tidak berujung pada tindakan yang merugikan banyak pihak.








