News Lalabata – Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, Kabupaten Bone menempati urutan ke-17 dalam jumlah pengungkapan kasus narkoba se-Sulsel. Posisi ini menunjukkan masih adanya peredaran narkotika di wilayah Bone meski upaya penindakan terus dilakukan.

Polres Bone mencatat bahwa dalam kurun waktu Januari hingga September 2025, beberapa kasus berhasil diungkap, mulai dari penyalahgunaan sabu hingga obat-obatan terlarang yang beredar di kalangan remaja.
Baca Juga : Tradisi Naik Pangkat di Hari Kesaktian Pancasila, Prajurit Kodim 1407/Bone Belanja di Pasar Rakyat
Upaya Penindakan oleh Polres Bone
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Arif, menyatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan pengawasan, terutama di jalur-jalur rawan penyelundupan narkoba. “Bone bukan daerah transit besar, tetapi tetap menjadi sasaran peredaran. Kami berkomitmen menekan kasus narkoba dengan memperkuat operasi rutin dan sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya.
Selain operasi kepolisian, Polres Bone juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dalam program pencegahan berbasis sekolah dan komunitas.
Keterlibatan Generasi Muda Jadi Perhatian
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam kasus narkoba, baik sebagai pengguna maupun kurir. Aktivis anti-narkoba di Bone, Sitti Aisyah, mengingatkan bahwa ancaman narkoba bisa merusak masa depan anak-anak daerah.
“Posisi Bone di urutan 17 jangan dianggap aman. Justru ini alarm bagi kita semua untuk lebih gencar melakukan edukasi dan pencegahan,” ujarnya.
Bandingkan dengan Daerah Lain di Sulsel
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan, Bone memang tidak berada di lima besar kasus pengungkapan narkoba. Namun, aparat menekankan bahwa setiap kasus tetap harus diwaspadai karena efek domino dari peredaran narkoba bisa cepat menyebar ke wilayah lain.
Beberapa daerah dengan kasus tertinggi tercatat berada di kota besar seperti Makassar, Parepare, dan Luwu Raya. Meski begitu, wilayah-wilayah di luar pusat kota, termasuk Bone, tetap menjadi target peredaran narkotika skala kecil hingga menengah.
Langkah Pencegahan ke Depan
Untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, pemerintah daerah bersama aparat hukum menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah. Program “Sekolah Bersih Narkoba” akan diperluas di Bone sebagai upaya preventif sejak dini.
Selain itu, kampanye anti-narkoba melalui media sosial juga akan digalakkan untuk menjangkau anak muda yang lebih banyak mengakses informasi digital.
Penutup
Dengan berada di urutan ke-17 pengungkapan kasus narkoba di Sulsel, Kabupaten Bone tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki peran penting dalam mencegah meluasnya penyalahgunaan narkoba.
Harapannya, dengan sinergi bersama, Bone bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus keluar dari daftar daerah rawan di Sulawesi Selatan.








