News Lalabata – Sebanyak 35 rumah warga dan satu masjid dilaporkan rusak akibat angin puting beliung yang melanda Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat sore (17/10/2025). Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan permukiman di sekitar Danau Towuti.

Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, sedikitnya 20 rumah mengalami rusak berat, sementara 15 rumah lainnya rusak ringan. Selain itu, satu masjid di Desa Tokalimbo juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terpaan angin kencang.
Baca Juga : Bupati Takalar Daeng Manye Lepas One Day Trail Adventure : Takalar Kecil Tapi Menantang
“Angin datang tiba-tiba dan langsung merobohkan beberapa rumah warga. Kami bersama aparat desa segera mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” ujar Kepala BPBD Luwu Timur, Muhammad Rizal, Sabtu (18/10/2025).
Ia menambahkan, pihaknya telah mendirikan posko darurat di lokasi kejadian dan menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, serta tenda sementara untuk warga terdampak.
Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Dari hasil pendataan sementara, kerugian material akibat bencana tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp400 juta. Sejumlah fasilitas umum seperti jaringan listrik dan jalan lingkungan juga sempat mengalami gangguan, namun kini telah diperbaiki oleh petugas PLN dan Dinas PU.
“Kami sedang melakukan pendataan ulang bersama perangkat desa untuk memastikan seluruh korban mendapat bantuan. Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan rumah warga dan tempat ibadah yang rusak,” kata Rizal.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Bupati Luwu Timur, Budiman, turut meninjau langsung lokasi terdampak dan memastikan proses bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia meminta seluruh perangkat kecamatan dan desa untuk bergerak aktif membantu warga.
“Bencana ini menjadi pengingat agar kita selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Pemkab akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah warga dan fasilitas ibadah yang rusak,” tegas Budiman.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau potensi cuaca ekstrem di wilayah pesisir Danau Towuti yang rawan angin puting beliung.
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Luwu Timur
Kepala Stasiun Meteorologi Andi Jemma Masamba, Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa wilayah Luwu Timur memang tengah berada pada masa transisi musim kemarau ke musim hujan. Kondisi ini meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus yang dapat memicu angin puting beliung secara tiba-tiba.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang dan selalu memperkuat struktur atap rumah dengan bahan yang lebih kokoh.
Penanganan Berlanjut
Hingga Sabtu malam, tim BPBD masih melakukan pembersihan puing bangunan dan pendataan tambahan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh warga terdampak akan mendapatkan bantuan rehabilitasi secara bertahap.








