News Lalabata — Kepolisian Republik Indonesia resmi memulai Operasi Zebra 2025 yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai hari ini, Senin. Operasi yang digelar selama dua pekan ini difokuskan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

11 Pelanggaran Prioritas
Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polri, (nama pejabat), mengatakan terdapat 11 jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan dalam Operasi Zebra 2025. Pelanggaran tersebut dinilai paling sering memicu kecelakaan dan kemacetan.
Baxa Juga : Daftar Lengkap Pelanggaran yang Langsung Ditilang Polisi saat Operasi Zebra Hari Ini!
“Operasi Zebra tahun ini difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas. Kami berharap masyarakat meningkatkan disiplin dan kesadaran berlalu lintas,” ujarnya.
Adapun 11 pelanggaran prioritas tersebut meliputi:
-
Menggunakan ponsel saat berkendara
-
Pengendara di bawah umur
-
Tidak memakai helm SNI
-
Tidak menggunakan sabuk pengaman
-
Melawan arus
-
Berkendara melebihi batas kecepatan
-
Berkendara dalam kondisi mabuk
-
Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang
-
Tidak memiliki atau tidak dapat menunjukkan SIM/STNK
-
Kendaraan dengan muatan berlebih
-
Melanggar rambu dan marka jalan
Penindakan Masih Gunakan ETLE
Polri memastikan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas mengutamakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Meski begitu, interaksi langsung antara petugas dan pelanggar tetap dimungkinkan untuk pelanggaran tertentu yang tidak dapat terekam kamera.
“ETLE tetap menjadi prioritas agar proses penindakan lebih transparan dan mengurangi potensi penyalahgunaan kewenangan. Namun untuk pelanggaran yang memerlukan penanganan langsung, petugas tetap akan melakukan tindakan manual,” kata Dirlantas Polri.
Tujuan: Tekan Angka Kecelakaan dan Fatalitas
Data kepolisian menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengendara dan ketidakpatuhan terhadap aturan dasar berkendara. Karena itu, Operasi Zebra 2025 diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan menjelang masa libur akhir tahun.
“Kami ingin memastikan masyarakat aman di jalan. Operasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Imbauan untuk Pengendara
Polri juga mengimbau masyarakat agar memeriksa kelengkapan kendaraan sebelum bepergian, termasuk fungsi lampu, rem, dan kondisi ban. Selain itu, pengendara diminta tidak memodifikasi kendaraan secara ekstrem yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Operasi Zebra 2025 diperkirakan akan melibatkan ribuan personel gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait. Masyarakat diminta mematuhi aturan dan menjaga keselamatan selama periode operasi berlangsung.








